Review Film The Departed. Film The Departed yang dirilis pada 2006, kembali menjadi topik hangat di akhir 2025 ini. Karya sutradara Martin Scorsese ini sering muncul dalam daftar film terbaik abad ke-21, dan baru-baru ini kembali trending berkat diskusi ulang di kalangan penggemar crime thriller. Berlatar di Boston, cerita mengikuti dua orang yang menyusup ke kubu lawan: Billy Costigan, polisi muda yang menyamar sebagai anggota mafia Irlandia, dan Colin Sullivan, anak buah bos kriminal yang jadi informan di kepolisian. Diperankan oleh Leonardo DiCaprio, Matt Damon, Jack Nicholson, serta ensemble kuat seperti Mark Wahlberg dan Alec Baldwin, film ini penuh intrik, pengkhianatan, dan ketegangan tinggi. Remake dari film Hong Kong Infernal Affairs ini berhasil menjadi salah satu kemenangan terbesar Scorsese, menyabet Academy Award untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. INFO CASINO
Plot Penuh Twist dan Ketegangan Tak Henti: Review Film The Departed
The Departed dibangun di atas premis cerdas: dua tikus yang saling memburu tanpa tahu identitas satu sama lain. Billy Costigan (DiCaprio) direkrut polisi untuk menyusup ke organisasi Frank Costello (Nicholson), sementara Colin Sullivan (Damon) naik pangkat di unit khusus sambil melindungi bosnya. Kedua belah pihak sadar ada penyusup, sehingga memicu paranoia dan perburuan sengit.
Scorsese mengarahkan cerita dengan tempo cepat, dialog kasar khas Boston, dan twist yang datang bertubi-tubi hingga menit terakhir. Adegan ikonik seperti pertemuan di atap atau pengejaran di gudang terasa mendebarkan, sementara humor gelap menyelinap di tengah kekerasan. Meski durasinya panjang, plot tetap rapat tanpa lubang berarti, membuat penonton terus menebak siapa yang akan selamat. Endingnya brutal dan tak kompromi, khas gaya Scorsese, yang meninggalkan kesan mendalam tentang harga pengkhianatan.
Penampilan Aktor yang Mengguncang: Review Film The Departed
Ensemble The Departed adalah salah satu yang terkuat dalam sejarah sinema modern. Leonardo DiCaprio memberikan performa intens sebagai Costigan, polisi yang hancur secara psikologis akibat undercover panjang – nominasi Oscarnya benar-benar pantas. Matt Damon, di sisi lain, memainkan Sullivan dengan pesona dingin dan ambisi tersembunyi, membuat karakternya sama-sama menarik meski antagonis.
Jack Nicholson sebagai Costello mencuri perhatian dengan kegilaan karismatiknya, improvisasi dialog yang membuat karakternya tak terlupakan. Mark Wahlberg sebagai Dignam yang kasar dan lucu bahkan meraup nominasi Aktor Pendukung Terbaik. Pemain pendukung seperti Vera Farmiga sebagai psikiater yang terjebak di antara kedua pria utama menambah lapisan emosional. Chemistry antar aktor terasa hidup, terutama duel tak langsung antara DiCaprio dan Damon, didukung dialog tajam yang sering dikutip hingga kini.
Warisan dan Relevansi yang Tak Pudar
The Departed tidak hanya sukses komersial, tapi juga menjadi puncak karier Scorsese setelah bertahun-tahun dinominasikan tanpa menang Oscar utama. Film ini meraup empat Academy Award, termasuk Film Terbaik, dan tetap dianggap salah satu crime drama terbaik era 2000-an. Tema identitas ganda, loyalitas, dan korupsi institusional terasa abadi, sering dibandingkan dengan isu kontemporer tentang infiltrasi dan pengkhianatan.
Di 2025, ulasan baru dan rewatching massal membuktikan daya tariknya belum surut. Pengaruhnya terlihat pada banyak thriller kemudian yang mengadopsi struktur infiltrasi ganda. Skor musik, penggunaan lagu rock klasik, serta penggambaran Boston yang autentik menambah nilai artistik. Film ini juga memperkuat kolaborasi Scorsese-DiCaprio yang legendaris, menjadi salah satu karya paling mudah diakses dari sutradara tersebut bagi penonton baru.
Kesimpulan
The Departed adalah masterpiece crime thriller yang sempurna dalam hampir segala aspek: plot licik, akting brilian, dan arahan jenius. Di akhir 2025, menonton ulang film ini seperti mengingatkan mengapa Scorsese dianggap salah satu sutradara terbesar. Bagi penggemar genre kriminal atau drama intens, ini tetap wajib; bagi yang belum pernah, saatnya merasakan ketegangan dan kejutan yang jarang tertandingi. Film ini membuktikan bahwa cerita tentang tikus di kedua sisi bisa menjadi meditasi mendalam tentang sifat manusia dan kekuasaan.