Review Film Independence Day Resurgence

review-film-independence-day-resurgence

Review Film Independence Day Resurgence. Independence Day Resurgence, yang rilis pada tahun 2016 sebagai sekuel dari film klasik 1996, membawa kembali konsep invasi alien skala besar dengan ambisi yang lebih tinggi. Disutradarai Roland Emmerich, film ini berusaha memperluas cerita asli dengan menampilkan serangan baru yang jauh lebih masif, teknologi canggih, dan karakter lama serta baru yang saling terkait. Meski punya budget besar dan ekspektasi tinggi dari penggemar film pertama, sekuel ini mendapat respons campur aduk karena gagal menangkap pesona orisinal sambil menambah elemen baru yang terasa berlebihan. Namun, di tengah kritik terhadap narasi dan karakter, film ini tetap punya daya tarik tersendiri sebagai hiburan spectacle murni yang penuh ledakan, kehancuran kota, dan pertarungan epik antariksa. Setelah bertahun-tahun, film ini masih sering ditonton ulang sebagai contoh blockbuster yang berani tapi tidak sempurna. MAKNA LAGU

Visual dan Adegan Aksi yang Mengesankan: Review Film Independence Day Resurgence

Kekuatan terbesar Independence Day Resurgence ada pada visual dan skala aksinya yang benar-benar besar. Desain pesawat alien baru jauh lebih mengintimidasi—bentuknya seperti lebah raksasa dengan tentakel dan senjata energi yang menghancurkan kota dalam hitungan detik. Adegan kehancuran London, New York, dan Afrika Selatan terasa sangat memukau: gedung-gedung runtuh, lautan air pasang akibat gravitasi, dan ledakan skala planet yang terlihat jelas. Efek CGI pada masanya termasuk yang terbaik, terutama saat kapal induk alien raksasa menggantung di atas Bumi—ukurannya benar-benar membuat penonton merasa kecil. Pertarungan di luar angkasa, khususnya adegan akhir di bulan dan di dalam kapal induk, punya ritme cepat dan koreografi yang solid. Meski beberapa efek usia terasa sedikit kaku sekarang, secara keseluruhan visual tetap jadi salah satu yang paling ambisius dalam genre invasi alien. Film ini berhasil memberikan sensasi “apocalypse” yang ditunggu-tunggu penggemar, dengan kehancuran yang terasa berbobot dan tidak hanya gimmick.

Karakter dan Cerita yang Terasa Terburu-buru: Review Film Independence Day Resurgence

Cerita Independence Day Resurgence berusaha melanjutkan kisah 20 tahun setelah invasi pertama. Karakter lama seperti David Levinson dan Thomas Whitmore kembali, ditambah generasi baru seperti putra Presiden Whitmore, pilot-pilot muda, dan ilmuwan eksentrik. Namun, pengembangan karakter terasa lemah—banyak figur baru hanya sekadar pengisi tanpa kedalaman emosional yang kuat. Hubungan antar karakter sering kali terasa dipaksakan, dan beberapa subplot (seperti romansa pilot muda) tidak punya ruang untuk bernapas. Narasi utama terburu-buru: invasi baru dimulai terlalu cepat, dan resolusi terasa terlalu mudah mengingat skala ancaman yang digambarkan. Meski ada momen emosional seperti pengorbanan Presiden Whitmore, film ini lebih mengandalkan spectacle daripada ikatan emosional dengan karakter. Dibandingkan film pertama yang punya keseimbangan baik antara aksi dan momen manusiawi, sekuel ini terasa lebih fokus pada kehancuran besar ketimbang cerita pribadi. Ini membuat penonton sulit benar-benar peduli pada nasib karakter, meski adegan aksi tetap menghibur.

Kekuatan dan Kelemahan Narasi Keseluruhan

Film ini punya kekuatan dalam menghormati semangat film asli sambil memperbesar skala—dari satu kota ke seluruh planet, dari pesawat kecil ke kapal induk raksasa. Tema tentang persatuan umat manusia melawan ancaman luar tetap ada, meski disampaikan dengan cara yang lebih langsung dan kurang halus. Beberapa momen seperti serangan ke bulan dan pertarungan akhir di kapal induk alien punya ketegangan tinggi yang jarang ditemui di film sejenis. Namun, kelemahan terbesar adalah narasi yang terasa terburu-buru dan kurangnya karakter ikonik baru yang benar-benar memorable. Beberapa subplot terasa sia-sia, dan akhir film terlalu terbuka untuk sekuel yang akhirnya tidak pernah dibuat. Meski begitu, bagi penggemar genre invasi alien atau film aksi skala besar, Independence Day Resurgence tetap memberikan hiburan yang memuaskan—terutama di layar besar atau sistem suara surround. Film ini tidak sempurna, tapi berhasil memberikan apa yang dijanjikan: kehancuran global, pertarungan epik, dan semangat “manusia melawan alien” yang klasik.

Kesimpulan

Independence Day Resurgence adalah film yang berani memperbesar ambisi film asli, dengan visual megah, adegan aksi skala planet, dan upaya mempertahankan semangat persatuan umat manusia. Meski narasi terasa terburu-buru, karakter kurang berkembang, dan beberapa subplot sia-sia, film ini tetap menghibur sebagai spectacle murni yang penuh kehancuran dan pertarungan epik. Duncan Jones berhasil membuat dunia yang terasa besar dan ancaman yang terasa nyata, meski tidak seimbang dengan kedalaman emosional film pertama. Bagi penggemar fiksi ilmiah, film aksi, atau sekadar penonton yang ingin nonton sesuatu yang besar dan tidak bertele-tele, Independence Day Resurgence masih layak ditonton ulang. Di tengah banjir film fantasi modern yang sering terasa generik, film ini mengingatkan bahwa blockbuster terbaik adalah yang berani tampil berlebihan dengan tulus. Film ini bukan masterpiece, tapi tetap jadi hiburan solid yang punya tempat khusus di hati penggemar genre invasi alien.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *