Review Film Exhuma: Horor Korea Paling Menyeramkan? Exhuma (파묘) yang tayang Februari 2024 langsung menjadi fenomena di Korea Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Film ini berhasil menarik lebih dari 11,9 juta penonton di Korea—menjadikannya salah satu film terlaris sepanjang masa di negara itu—dan meraup pendapatan global melebihi US$ 100 juta. Disutradarai Jang Jae-hyun (yang sebelumnya sukses dengan Svaha: The Sixth Finger dan The Priests), Exhuma menggabungkan horor supranatural, thriller mistis, dan elemen shamanisme Korea dengan sangat apik. Banyak penonton dan kritikus menyebutnya sebagai horor Korea paling menyeramkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan rating 7.5/10 di IMDb dan 96% di Rotten Tomatoes (kritikus Korea), film ini memang pantas mendapat perhatian besar. INFO PROPERTI
Kekuatan Cerita dan Atmosfer yang Mencekam: Review Film Exhuma: Horor Korea Paling Menyeramkan?
Cerita berpusat pada tim “penggali kubur profesional” yang terdiri dari dukun terkenal Hwa-rim (Kim Go-eun), geomancer Bong-gil (Lee Do-hyun), serta dua ahli feng shui senior (Choi Min-sik dan Yoo Hae-jin). Mereka dipekerjakan oleh keluarga kaya di Amerika untuk memindahkan makam leluhur yang diduga membawa kutukan. Setelah penggalian dimulai, kutukan itu mulai terungkap—dan kejadian supranatural semakin menjadi-jadi. Yang membuat Exhuma begitu menyeramkan adalah cara Jang Jae-hyun membangun atmosfer secara bertahap. Awalnya film terasa seperti misteri shamanisme biasa, tapi seiring berjalannya cerita, horornya semakin gelap dan mencekam. Adegan di malam hari di makam terpencil, suara angin, bayangan yang bergerak, dan ritual yang semakin intensif membuat penonton terus merinding. Jump scare-nya jarang tapi sangat efektif, dan ketakutan yang dibangun lebih berasal dari rasa tidak nyaman psikologis daripada hantu yang tiba-tiba muncul.
Performa Aktor dan Visual yang Memukau: Review Film Exhuma: Horor Korea Paling Menyeramkan?
Choi Min-sik sebagai geomancer senior memberikan penampilan terbaiknya sejak Oldboy. Ekspresi wajahnya yang penuh trauma dan ketakutan sangat meyakinkan. Kim Go-eun sebagai Hwa-rim membawa karakter dukun muda yang percaya diri tapi rapuh dengan sangat baik. Lee Do-hyun dan Yoo Hae-jin juga memberikan kontribusi besar—terutama Yoo Hae-jin yang berhasil membawa humor ringan di tengah suasana mencekam. Sinematografi Park Jung-hun sangat memukau: penggunaan cahaya bulan, kabut malam, dan close-up wajah yang penuh ketakutan membuat setiap frame terasa seperti lukisan horor. Scoring karya Kim Hae-won dan Jang Young-gyu juga luar biasa—suara genderang shaman, bisikan angin, dan musik latar yang minimalis tapi menekan saraf sangat mendukung atmosfer.
Kelemahan dan Kritik
Meski sangat kuat di atmosfer dan performa, Exhuma punya beberapa kelemahan. Bagian akhir terasa agak panjang dan sedikit bertele-tele, terutama saat menjelaskan mitologi dan backstory. Beberapa penonton merasa twist besar di paruh kedua agak terlalu “fantastis” dan keluar dari nada realistis awal film. Durasi 134 menit juga terasa sedikit berlebihan—beberapa adegan bisa dipangkas tanpa mengurangi intensitas. Namun kelemahan ini tidak terlalu mengganggu pengalaman keseluruhan, terutama bagi penggemar horor Korea yang sudah terbiasa dengan pacing lambat tapi membangun.
Warisan dan Pengaruh
Exhuma berhasil membuktikan bahwa horor Korea masih bisa sangat menyeramkan tanpa mengandalkan jump scare murahan atau gore berlebihan. Film ini juga memperkuat posisi Jang Jae-hyun sebagai salah satu sutradara horor terbaik Korea saat ini. Di Indonesia, film ini tayang sukses besar di bioskop dan menjadi salah satu film Korea terlaris tahun 2024. Banyak penonton menyebutnya sebagai “horor Korea paling menyeramkan sejak The Wailing” karena atmosfer mencekam dan rasa takut yang bertahan lama setelah film selesai.
Kesimpulan
Exhuma pantas disebut sebagai salah satu horor Korea paling menyeramkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kombinasi cerita mistis yang kuat, performa aktor kelas atas, atmosfer mencekam, dan visual yang memukau, film ini berhasil menciptakan pengalaman horor yang lengkap. Meski ada sedikit kelemahan di bagian akhir dan durasi yang agak panjang, kekuatan emosional dan ketegangan yang dibangun membuatnya layak mendapat tempat spesial di hati penggemar horor. Jika Anda mencari film zombie atau hantu yang biasa-biasa saja, Exhuma mungkin terasa berat. Tapi jika Anda siap merinding dan merasakan takut yang bertahan lama, film ini sangat direkomendasikan. Exhuma bukan sekadar horor—ia adalah pengalaman sinematik yang sulit dilupakan.