Review Film Army of Thieves. Army of Thieves adalah film prequel yang rilis pada 2021, mengisahkan asal-usul Ludwig Dieter, sang ahli kunci dan cracker safe dari Army of the Dead. Disutradarai oleh Matthias Schweighöfer yang juga memerankan Dieter, film ini mengambil format heist klasik dengan sentuhan komedi ringan dan aksi yang lebih fokus pada kecerdasan daripada kekerasan berat. Cerita berpusat pada Dieter, seorang pegawai bank biasa di Jerman yang diam-diam terobsesi dengan tiga brankas legendaris buatan Hans Wagner. Ketika Gwendoline (Nathalie Emmanuel) merekrutnya untuk membobol ketiga brankas itu, Dieter terjun ke dunia kriminal yang jauh lebih besar dari imajinasinya. Dengan pemeran pendukung seperti Ruby O. Fee, Stuart Martin, dan Guz Khan, film ini menawarkan hiburan ringan yang menyenangkan tanpa terlalu serius, cocok bagi penggemar genre heist yang ingin sesuatu yang lebih santai dan cerdas. BERITA OLAHRAGA
Plot dan Alur Cerita: Review Film Army of Thieves
Cerita dimulai di masa sebelum wabah zombie melanda dunia Army of the Dead. Dieter, seorang pemuda pemalu yang bekerja di bank kecil, mendapatkan kesempatan hidup ketika Gwendoline mendekatinya untuk bergabung dalam misi membobol tiga brankas legendaris yang tersebar di Eropa. Masing-masing brankas punya sejarah dan mekanisme unik, sehingga setiap perampokan menjadi tantangan intelektual tersendiri. Tim kecil mereka—terdiri dari perampok berpengalaman dan Dieter sebagai otak teknis—harus menghadapi keamanan tinggi, polisi internasional, dan kompetitor kriminal lain. Alur cerita berjalan linier dengan tiga babak utama sesuai tiga brankas: pertama di Jerman, kedua di Prancis, ketiga di Swiss. Setiap babak punya persiapan, eksekusi, dan komplikasi yang berbeda, membuat film terasa seperti tiga mini-heist dalam satu cerita. Meski plotnya bisa ditebak dan tidak terlalu rumit, pacing-nya cepat dan setiap adegan pembobolan dirancang dengan detail yang memuaskan bagi penggemar mekanisme safe-cracking.
Penampilan Pemeran dan Dinamika Tim: Review Film Army of Thieves
Matthias Schweighöfer sebagai Ludwig Dieter adalah jantung film ini. Ia berhasil membuat karakter yang awalnya terlihat canggung dan pemalu menjadi semakin percaya diri sepanjang cerita—tanpa kehilangan sisi lucu dan manusiawinya. Chemistry antara Dieter dan Gwendoline (Nathalie Emmanuel) terasa alami, meski romansa mereka dibuat ringan dan tidak mendominasi. Nathalie Emmanuel memberikan energi kuat sebagai pemimpin tim yang tegas tapi caring, sementara Ruby O. Fee sebagai koruptor digital dan Guz Khan sebagai sopir kocak menambah warna komedi yang pas. Stuart Martin sebagai rival kriminal terasa cukup mengancam tanpa berlebihan. Tim kecil ini punya dinamika yang menyenangkan—mereka bukan penjahat super profesional, melainkan sekelompok orang biasa yang terpaksa bekerja sama, sehingga momen kegagalan dan keberhasilan terasa lebih relatable. Penampilan mereka membuat penonton mudah terhubung dan ikut mendukung misi yang sebenarnya ilegal.
Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan
Kelebihan utama Army of Thieves ada pada adegan pembobolan brankas yang sangat detail dan memuaskan. Setiap safe punya mekanisme berbeda, dan proses membukanya terasa seperti puzzle yang cerdas—tidak mengandalkan keberuntungan atau kekerasan berlebih. Komedi yang muncul dari kepolosan Dieter dan interaksi tim terasa natural dan tidak dipaksakan. Visualnya cerah, musiknya upbeat, dan durasi film terasa pas tanpa terlalu panjang. Kekurangannya adalah plot yang cukup sederhana dan bisa ditebak, serta beberapa subplot (terutama romansa) yang terasa kurang dalam. Aksi fisiknya juga tidak seintens film utama Army of the Dead, karena fokus lebih ke kecerdasan daripada baku tembak. Secara keseluruhan, film ini berhasil jadi hiburan ringan yang menyenangkan dengan kekuatan pada kreativitas adegan heist dan penampilan Matthias Schweighöfer yang menawan.
Kesimpulan
Army of Thieves adalah film heist yang cerdas, menghibur, dan mudah ditonton. Meski tidak membawa inovasi besar dalam genre, film ini berhasil memanfaatkan kekuatan karakter Dieter untuk menciptakan cerita yang menyenangkan dan penuh momen “aha” saat brankas terbuka. Bagi penggemar Army of the Dead yang ingin tahu asal-usul Dieter, atau siapa saja yang menyukai film heist dengan pendekatan lebih ringan dan intelektual, film ini sangat layak ditonton. Ini bukan karya masterpiece, tapi hiburan solid dengan aksi yang memuaskan, humor yang pas, dan akhir yang cukup memuaskan. Jika Anda mencari film akhir pekan yang tidak terlalu berat tapi tetap punya ketegangan dan kecerdasan, Army of Thieves adalah pilihan yang tepat. Nikmati saja ritmenya—dan siapkan popcorn, karena adegan pembobolan brankasnya bikin ketagihan.