Review Film Armour of God. Armour of God (1986), karya sutradara Eric Tsang dan bintang Jackie Chan, jadi salah satu petualangan aksi paling ambisius di karir awal Jackie. Ia perankan Asian Hawk—pencuri artefak ala Indiana Jones yang cari baju zirah kuno di Eropa Timur. Cerita campur pencarian harta, penjahat misterius, dan romansa ringan, tapi puncaknya di stunt gila yang hampir fatal. Film ini pecah rekor box office Hong Kong tahun itu, meski Jackie cedera parah saat syuting. Sampai kini, ulang tontonnya tetap bikin tegang: campuran aksi nyata, humor, dan eksplorasi global. Review ini kupas kenapa Armour of God pantas jadi klasik petualangan 80-an yang underrated. INFO SLOT
Stunt Gila yang Hampir Bunuh Jackie: Review Film Armour of God
Puncak film ada di finale piramida: Jackie lompat dari benteng kastil setinggi 20 meter ke pohon runcing—stunt real tanpa CGI, hasilnya patah tulang selangkanya dan hampir mati. Ia desain sendiri, latihan berbulan-bulan, tapi jatuh salah posisi. Urutan itu ikonik: Jackie bertarung sambil bergantung di tebing, lalu lompatan mematikan yang bikin penonton pegang napas.
Lainnya tak kalah: kejar-kejaran mobil di pegunungan Spanyol, bertarung di biara Yunani dengan cambuk besi, dan adegan air terjun di mana Jackie hampir tenggelam. Fakta: cedera piramida butuh operasi 6 jam, hampir hentikan karirnya selamanya. Ini beda dari aksi Hollywood aman—penonton rasakan nyawa taruhannya, bikin adrenalin meledak.
Cerita Petualangan ala Indiana Jones Asia: Review Film Armour of God
Plot sederhana tapi seru: Hawk cari zirah emas misterius yang hilang, libatkan geng biksu jahat dan saingan pencuri. Jackie bawa pesona playboy petualang: pamer otot, flirt wanita, tapi ceroboh lucu. Chemistry dengan Alan Tam sebagai saingan mantan jadi duo komedi solid—mereka ribut tapi tim up saat bahaya.
Antagonis biksu kultus karismatik, tambah misteri supranatural ringan. Lokasi syuting Eropa Timur beri nuansa eksotis: kastil tua Yunani, hutan Balkan, gurun Spanyol—jarang ada di film Hong Kong saat itu. Cerita tak berbelit, fokus petualangan nonstop dari awal sampai akhir.
Humor Slapstick dan Produksi Megah
Humor Jackie andalan: pura-pura jadi biksu gagal, jatuh ke kandang babi, atau nyanyi opera konyol saat kabur. Timing slapstick-nya tepat—setiap aksi diakhiri lelucon, seperti Jackie jerit “Aduh!” saat kena cambuk. Soundtrack rock 80-an dan tema petualangan perkuat vibe Indiana Jones versi Asia.
Produksi ambisius untuk Hong Kong: budget besar untuk lokasi internasional, efek praktis untuk ledakan dan jebakan. Durasi 99 menit efisien, editing cepat jaga momentum. Jackie sadar risikonya: ia bilang film ini “tes akhir” karirnya, tapi hasilnya lahirkan franchise Armour. Ini inspirasi petualangan modern seperti The Mummy.
Kesimpulan
Armour of God adalah petualangan aksi epik—stunt mematikan, cerita seru, humor cerdas—skor 8.7/10. Jackie Chan ciptakan Indiana Jones Asia dengan nyawa taruhan, bukti komitmen total pada seni. Pengaruhnya besar: blueprint film petualangan global dari Hong Kong. Wajib tonton untuk fans aksi atau nostalgia 80-an. Nonton sekarang, rasakan tegangnya lompatan piramida—film ini bukan cuma hiburan, tapi monumen keberanian abadi.