Review Film The Wind Rises. The Wind Rises (2013), karya sutradara legendaris Hayao Miyazaki dari Studio Ghibli, kembali mencuri perhatian pada Agustus 2025, berkat penayangan ulang di bioskop seni dan popularitasnya di platform streaming. Film animasi ini, yang terinspirasi dari kehidupan insinyur pesawat Jepang Jiro Horikoshi, menggabungkan elemen biografi, romansa, dan drama sejarah dengan visual khas Ghibli yang memukau. Mengisahkan perjuangan Jiro mengejar mimpinya sebagai desainer pesawat di tengah gejolak Perang Dunia II, film ini menawarkan pengalaman emosional yang mendalam. Dengan narasi yang puitis dan visual yang indah, The Wind Rises tetap relevan sebagai karya seni yang menggugah. Apa makna di balik ceritanya, mengapa cocok ditonton saat hujan, dan apa sisi positif serta negatifnya? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Makna Dari Film Ini
The Wind Rises mengusung tema tentang mengejar impian di tengah dilema moral dan keterbatasan hidup. Jiro Horikoshi, yang diperankan dengan suara Hideaki Anno dalam versi Jepang, adalah seorang pemimpi yang terobsesi menciptakan pesawat indah, namun karyanya digunakan untuk perang. Film ini mengeksplorasi konflik antara passion pribadi dan dampaknya terhadap dunia, mengajak penonton merenungkan tanggung jawab seorang kreator. Selain itu, kisah cinta Jiro dengan Naoko, yang menderita tuberkulosis, menambah lapisan emosional tentang cinta, pengorbanan, dan penerimaan terhadap hal-hal yang tidak bisa diubah. Melalui kutipan “Angin bertiup, cobalah hidup,” film ini mengajarkan pentingnya bertahan dan menemukan makna hidup meski dihadapkan pada tantangan. Pesan ini disampaikan dengan puitis, membuat The Wind Rises lebih dari sekadar cerita tentang pesawat, tetapi juga refleksi tentang kehidupan dan pilihan.
Kenapa Film Ini Cocok Untuk Ditonton Saat Hujan
The Wind Rises adalah pilihan sempurna untuk hari hujan karena suasananya yang kontemplatif dan visual yang menenangkan. Dengan durasi sekitar 126 menit, film ini cocok untuk dinikmati sambil bersantai di rumah, ditemani suara hujan yang selaras dengan nuansa melankolisnya. Latar Jepang era 1920-an hingga 1940-an, dengan pemandangan pedesaan, langit biru, dan pesawat yang melayang, menciptakan pengalaman visual yang menenangkan, mirip seperti menatap hujan dari jendela. Musik karya Joe Hisaishi, dengan melodi piano yang lembut, memperkuat suasana reflektif, membuat penonton merasa nyaman dan terhubung emosional. Kisah Jiro yang penuh semangat namun diwarnai kesedihan juga cocok untuk merenung di hari mendung, memberikan inspirasi sekaligus ketenangan yang pas untuk suasana hujan.
Sisi Positif dan Negatif dari Film Ini
The Wind Rises memiliki banyak kelebihan. Pertama, animasi Studio Ghibli menawarkan visual yang luar biasa, dengan detail pesawat dan lanskap yang digambar tangan, menciptakan keindahan yang memukau. Kedua, penyutradaraan Hayao Miyazaki berhasil menyeimbangkan elemen teknis tentang desain pesawat dengan drama manusiawi, membuat cerita terasa hidup. Ketiga, penggambaran hubungan Jiro dan Naoko menghadirkan romansa yang tulus dan menyentuh, diperkuat oleh akting suara yang emosional. Keempat, tema tentang passion dan dilema moral disampaikan dengan halus, cocok untuk penonton yang menyukai narasi mendalam. Namun, ada beberapa kekurangan. Alur film terkadang terasa lambat, terutama di bagian tengah yang fokus pada detail teknis pesawat, yang mungkin kurang menarik bagi penonton awam. Selain itu, penggambaran sejarah Perang Dunia II terasa agak disederhanakan, yang bisa membuat beberapa penonton merasa kurang konteks. Meski begitu, kekuatan visual dan emosional film ini jauh lebih dominan dibandingkan kelemahannya.
Kesimpulan: Review Film The Wind Rises
The Wind Rises tetap menjadi karya masterpiece dari Hayao Miyazaki di tahun 2025, dengan cerita yang menggugah tentang impian, cinta, dan dilema moral. Visual yang indah dan pesan tentang ketahanan hidup menjadikan film ini relevan dan inspiratif. Cocok untuk ditonton saat hujan, film ini menawarkan kenyamanan emosional dan refleksi yang pas untuk hari mendung. Meski memiliki sedikit kekurangan dalam ritme alur dan penyederhanaan sejarah, animasi memukau, narasi puitis, dan kedalaman emosi membuat The Wind Rises layak ditonton ulang. Bagi siapa saja yang mencari cerita yang menggabungkan keindahan seni dengan makna hidup, film ini adalah pilihan tepat untuk menemani hari hujan dengan renungan dan inspirasi.