Review Film The Creator. Dirilis pada 2023, The Creator karya sutradara Gareth Edwards tetap menjadi sorotan di 2025 sebagai salah satu film fiksi ilmiah yang ambisius. Dibintangi John David Washington sebagai Joshua dan Madeleine Yuna Voyles sebagai Alphie, film ini mengisahkan perjuangan manusia melawan kecerdasan buatan (AI) di masa depan, dengan twist emosional tentang hubungan ayah-anak. Dengan visual memukau dan tema yang relevan, The Creator masih ramai dibicarakan di platform streaming. Apa makna di balik cerita ini, dan mengapa film ini layak ditonton? Yuk, kita ulas secara santai tapi tetap berdasarkan fakta! BERITA LAINNYA
Makna Dari Film Ini
The Creator menggali tema kemanusiaan, etika AI, dan dampak perang. Berlatar tahun 2065, film ini menampilkan dunia yang terpecah antara manusia yang anti-AI di Barat dan New Asia yang menerima robot. Joshua, seorang mantan tentara, ditugaskan memburu senjata AI berbentuk anak kecil bernama Alphie, yang ternyata memiliki jiwa manusiawi. Film ini mengajak penonton merenungkan apa arti menjadi manusia, terutama ketika AI mampu menunjukkan emosi dan empati yang lebih besar daripada manusia itu sendiri.
Selain itu, film ini mencerminkan kritik terhadap imperialisme dan konflik global, dengan penggambaran Amerika yang agresif menyerang New Asia, mengingatkan pada perang Vietnam. Tema keluarga juga kuat, dengan hubungan Joshua dan Alphie yang berkembang dari ketidakpercayaan menjadi ikatan emosional, menyoroti pentingnya kasih sayang di tengah kekacauan. Pesan ini relevan di era modern, di mana debat tentang AI dan etika teknologi semakin panas.
Alasan Film Ini Layak Untuk Ditonton
The Creator wajib ditonton karena perpaduan visual spektakuler dan narasi yang menggugah. Pertama, sinematografi oleh Greig Fraser dan Oren Soffer menghadirkan dunia futuristik yang memukau, dari kota neon ala Blade Runner hingga lanskap perang yang dramatis. Kedua, performa John David Washington dan pendatang baru Madeleine Yuna Voyles sangat kuat, dengan chemistry yang membuat ikatan mereka terasa nyata. Lagu-lagu seperti Everything in Its Right Place dari Radiohead menambah kedalaman emosional pada adegan-adegan kunci.
Ketiga, film ini menawarkan aksi yang mendebarkan, seperti serangan pesawat NOMAD, dipadukan dengan eksplorasi tema AI yang relevan dengan isu 2025, seperti otomatisasi dan privasi. Dengan durasi 133 menit, ritmenya terjaga baik, membuat penonton terpaku. Cocok untuk penggemar sci-fi atau siapa saja yang suka cerita dengan pertanyaan moral mendalam, The Creator adalah pengalaman sinematik yang tak terlupakan.
Sisi Positif dan Negatif Film Ini
Sisi positif The Creator terletak pada ambisi visual dan produksinya. Dengan anggaran hanya $80 juta, Gareth Edwards menciptakan dunia yang terasa jauh lebih mahal, berkat teknik syuting inovatif di lokasi nyata seperti Thailand dan Nepal. Performa Voyles sebagai Alphie mencuri hati, sementara Washington memberikan kedalaman pada karakter yang kompleks. Musik Hans Zimmer juga memperkuat suasana epik dan emosional. Tema AI dan kemanusiaan disampaikan dengan cara yang menggugah tanpa terasa menggurui.
Namun, film ini punya kekurangan. Narasinya terkadang terasa klise, dengan trope ayah-anak yang mirip film lain seperti The Last of Us. Pengembangan beberapa karakter pendukung, seperti Maya (Gemma Chan), terasa kurang, membuat ikatan emosional tertentu kurang kuat. Selain itu, akhir film dianggap agak berlarut-larut dengan beberapa klimaks yang terasa berulang, yang bisa mengurangi dampak emosional. Meski begitu, kekurangan ini tidak menghalangi kehebatan keseluruhan film.
Kesimpulan: Review Film The Creator
The Creator adalah film fiksi ilmiah yang masih relevan di 2025, mengajak penonton merenungkan etika AI, kemanusiaan, dan dampak perang melalui visual yang menakjubkan dan cerita yang emosional. Performa kuat dari John David Washington dan Madeleine Yuna Voyles, ditambah sinematografi dan musik yang memukau, menjadikannya wajib tonton bagi penggemar sci-fi. Meski ada kekurangan seperti narasi klise dan pengembangan karakter yang minim, The Creator tetap menonjol sebagai karya ambisius yang berani mengangkat isu kontemporer. Jika kamu mencari film yang memadukan aksi, visual, dan makna mendalam, The Creator adalah pilihan tepat!