Review Film Marley & Me. Dirilis pada 2008, Marley & Me karya sutradara David Frankel tetap menjadi salah satu film drama keluarga yang paling dikenang karena perpaduan antara komedi ringan dan emosi mendalam. Diadaptasi dari memoar karya John Grogan, film ini mengisahkan kehidupan pasangan suami istri, John (Owen Wilson) dan Jenny Grogan (Jennifer Aniston), bersama anjing Labrador mereka, Marley, yang dikenal sebagai “anjing terburuk di dunia.” Dengan latar kehidupan sehari-hari di Florida, film ini menangkap dinamika keluarga, tantangan karier, dan ikatan tak tergantikan antara manusia dan hewan peliharaan. Pada 2025, di tengah tren film bertema ikatan emosional, Marley & Me kembali relevan sebagai pengingat akan cinta dan kehilangan. Artikel ini akan mengulas secara singkat film ini, alasan di balik kesedihannya, serta sisi positif dan negatifnya. BERITA VOLI
Review Singkat Film Ini
Marley & Me mengikuti perjalanan John dan Jenny Grogan, dua jurnalis yang baru menikah dan pindah ke Florida untuk memulai hidup baru. Untuk menunda keputusan memiliki anak, mereka mengadopsi Marley, seekor Labrador yang penuh energi namun sulit dikendalikan. Marley menghadirkan kekacauan—dari merusak furnitur hingga gagal sekolah kepatuhan—tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga mereka. Film ini menelusuri perjuangan pasangan ini dalam menyeimbangkan karier, pernikahan, dan menjadi orang tua, dengan Marley sebagai saksi setia. Dengan durasi 115 menit, film ini memadukan komedi ringan, seperti ulah Marley yang kocak, dengan drama emosional tentang pertumbuhan dan kehilangan. Penampilan Owen Wilson dan Jennifer Aniston yang autentik, ditambah 22 anjing yang memerankan Marley, membuat film ini hangat dan menyentuh.
Apa Yang Membuat Film Ini Begitu Sedih
Kesedihan Marley & Me terletak pada penggambaran realistis tentang ikatan antara manusia dan hewan peliharaan, serta keniscayaan kehilangan. Film ini awalnya ringan, dengan tingkah Marley yang mengundang tawa, seperti saat ia kabur dari lokasi syuting iklan atau menghancurkan sofa. Namun, menjelang akhir, suasana berubah saat Marley menua dan kesehatannya menurun. Adegan ketika John harus membuat keputusan sulit untuk mengakhiri penderitaan Marley adalah momen yang menghancurkan hati, terutama bagi penonton yang pernah kehilangan hewan peliharaan. Monolog John di samping Marley, mengenang kenangan bersama, diperkuat oleh ekspresi kesedihan Owen Wilson yang tulus, membuat penonton sulit menahan air mata. Tema universal tentang cinta tanpa syarat dan kenyataan kematian menjadikan film ini sangat emosional, terutama bagi mereka yang menganggap hewan peliharaan sebagai keluarga.
Sisi Positif dan Negatif Dari Film Ini
Sisi positif Marley & Me terletak pada kemampuannya menyeimbangkan komedi dan drama dengan alami. Penampilan Owen Wilson dan Jennifer Aniston terasa autentik, mencerminkan dinamika pasangan muda yang menghadapi tantangan hidup. Penggambaran Marley sebagai anjing yang kacau namun penuh kasih sayang sangat relatable, membuat film ini mudah diterima oleh berbagai kalangan. Sinematografi yang cerah dan musik skor Alan Silvestri yang hangat menambah daya tarik emosional tanpa terasa berlebihan. Film ini juga berhasil menyampaikan pesan tentang pentingnya menerima ketidaksempurnaan dalam hidup dan cinta. Namun, ada beberapa kelemahan. Beberapa penonton merasa alur film di paruh pertama terlalu lambat, dengan fokus berulang pada ulah Marley yang bisa terasa repetitif. Selain itu, transisi dari komedi ke drama di paruh akhir terasa mendadak bagi sebagian orang, membuat nada film kurang seimbang. Meski begitu, kekuatan emosionalnya jauh lebih dominan dibandingkan kekurangan ini.
Kesimpulan: Review Film Marley & Me
Marley & Me adalah film yang menghibur sekaligus mengharukan, menawarkan perpaduan sempurna antara komedi keluarga dan drama emosional tentang cinta serta kehilangan. Kisah John, Jenny, dan Marley menangkap esensi ikatan manusia-hewan dengan cara yang tulus, dengan momen-momen seperti keputusan akhir John atas Marley yang meninggalkan kesan mendalam. Keunggulan film ini terletak pada akting autentik, pesan universal, dan kemampuan menyentuh hati penonton dari berbagai usia, meski ada kekurangan seperti alur yang agak lambat dan transisi nada yang mendadak. Pada 2025, ketika hubungan emosional dengan hewan peliharaan semakin dihargai, Marley & Me tetap relevan sebagai pengingat akan kegembiraan dan duka dalam hidup bersama sahabat berbulu. Film ini adalah tontonan wajib bagi pecinta hewan dan siapa saja yang menghargai cerita tentang kemanusiaan dan ketabahan.