Review Film How To Train Your Dragon

review-film-how-to-train-your-dragon

Review Film How To Train Your Dragon. How to Train Your Dragon, dirilis pada 26 Maret 2010, adalah film animasi produksi DreamWorks Animation yang disutradarai oleh Dean DeBlois dan Chris Sanders. Diadaptasi dari novel karya Cressida Cowell, film ini mengisahkan Hiccup, seorang remaja Viking dari pulau Berk, yang menjalin ikatan tak terduga dengan naga bernama Toothless. Dibintangi oleh suara Jay Baruchel, Gerard Butler, dan America Ferrera, film ini memadukan petualangan, humor, dan emosi dalam dunia fantasi yang memukau. Dengan animasi yang memanjakan mata dan cerita yang menghibur, film ini menjadi salah satu animasi klasik yang dicintai segala usia. Artikel ini akan mengulas makna film, sisi positif, sisi negatif, dan kesimpulan dari karya ini. BERITA LAINNYA

Makna atau Arti Dari Film Ini
How to Train Your Dragon mengusung tema penerimaan, keberanian, dan pentingnya memahami pihak yang dianggap musuh. Kisah Hiccup dan Toothless menunjukkan bagaimana persahabatan yang tidak biasa dapat mengubah persepsi dan mengakhiri konflik berkepanjangan antara Viking dan naga. Film ini juga mengeksplorasi perjuangan Hiccup untuk menemukan identitasnya sebagai anak kepala suku yang dianggap lemah, namun akhirnya membuktikan bahwa keberanian bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan keberanian untuk berbeda dan memperjuangkan perdamaian. Pesan utama film ini adalah bahwa empati dan komunikasi dapat menjembatani perbedaan, bahkan di tengah tradisi yang kaku.

Sisi Positif Dari Film Ini
Kekuatan utama How to Train Your Dragon terletak pada cerita yang emosional dan karakternya yang relatable. Chemistry antara Hiccup dan Toothless menghadirkan ikatan yang tulus, diperkuat oleh animasi ekspresif Toothless yang menyerupai tingkah hewan peliharaan. Visual film ini memukau, dengan desain naga yang kreatif dan adegan terbang yang mendebarkan, terutama dalam urutan “Test Drive” yang ikonik. Skor musik karya John Powell menghadirkan nuansa epik dan emosional yang sempurna, meningkatkan intensitas setiap momen. Pengisi suara, seperti Jay Baruchel dan Gerard Butler, memberikan penampilan yang autentik, menambah kedalaman pada karakter. Film ini juga berhasil menyeimbangkan humor, aksi, dan drama, menjadikannya cocok untuk penonton anak dan dewasa.

Sisi Negatif Dari Film Ini
Meski hampir sempurna, How to Train Your Dragon memiliki beberapa kelemahan. Alur cerita terasa agak cepat di beberapa bagian, terutama dalam perkembangan hubungan Hiccup dengan warga Berk, yang terasa kurang mendalam. Beberapa karakter pendukung, seperti teman-teman Hiccup, kurang mendapat sorotan, membuat mereka terasa seperti pelengkap plot. Selain itu, beberapa penonton mungkin merasa konflik utama dengan naga antagonis diselesaikan terlalu rapi, mengurangi ketegangan dramatis. Meski begitu, kelemahan ini tidak terlalu mengganggu pengalaman menonton secara keseluruhan, mengingat kekuatan narasi dan visual yang mendominasi.

Kesimpulan: Review Film How To Train Your Dragon
How to Train Your Dragon adalah film animasi yang memikat dengan cerita tentang persahabatan, keberanian, dan penerimaan. Meski memiliki kekurangan seperti alur yang agak cepat dan karakter pendukung yang kurang berkembang, film ini unggul dalam visual yang memukau, musik yang epik, dan pesan yang mendalam tentang empati dan perdamaian. Kisah Hiccup dan Toothless tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi penonton untuk melihat melampaui prasangka dan membangun hubungan berdasarkan pengertian. Sebagai salah satu karya animasi terbaik, film ini tetap relevan dan layak ditonton oleh semua generasi, mengajarkan bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk memahami yang berbeda.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *