Review Film Deadpool

review-film-deadpool

Review Film Deadpool. Dirilis pada 2016, Deadpool adalah film aksi-komedi superhero yang disutradarai Tim Miller, dengan Ryan Reynolds sebagai Wade Wilson, seorang tentara bayaran yang menjadi antihero setelah eksperimen mutasi. Film ini, berdasarkan karakter Marvel Comics, memecahkan stereotip film superhero dengan humor dewasa, kekerasan grafis, dan pendekatan meta yang unik. Pada 2025, Deadpool kembali populer seiring pemutaran ulang di bioskop nostalgia dan platform streaming di Indonesia, menarik perhatian penonton baru dan lama. Dengan Morena Baccarin sebagai Vanessa dan T.J. Miller sebagai Weasel, film ini menawarkan hiburan segar yang tetap relevan. BERITA LAINNYA

Makna atau Arti Dari Film Ini

Deadpool mengusung tema ketahanan, penerimaan diri, dan cinta di tengah kekacauan. Wade Wilson, yang berjuang melawan kanker sebelum menjadi Deadpool, mencerminkan semangat untuk terus bertahan meski hidup penuh tantangan. Transformasinya menjadi antihero dengan wajah cacat menyoroti pentingnya menerima diri sendiri, bahkan ketika dunia menilai berdasarkan penampilan. Hubungannya dengan Vanessa menekankan kekuatan cinta yang tulus, yang mampu mengatasi trauma dan ketidaksempurnaan. Selain itu, pendekatan meta film ini, dengan Deadpool sering “mengobrol” dengan penonton, mengkritik klise superhero dan budaya pop, memberikan komentar satir tentang industri film.

Sisi Positif Dari Film Ini: Review Film Deadpool

Deadpool menonjol berkat performa Ryan Reynolds, yang menghidupkan Wade dengan humor sarkastik dan karisma tak tertahankan. Adegan aksi, seperti pembantaian di jalan tol atau pertarungan di kapal rongsokan, dikoreografikan dengan apik, memadukan kekerasan dan komedi secara mulus. Gaya visual Tim Miller, dengan tempo cepat dan efek CGI yang solid, membuat film ini terasa segar untuk ukuran anggaran menengah pada 2016. Chemistry antara Reynolds dan Baccarin menambah kedalaman emosional, sementara humor meta dan referensi budaya pop, seperti lelucon tentang X-Men, membuat penonton terhibur. Skor musik oleh Junkie XL juga memperkuat nuansa energik dan pemberontak film ini.

Sisi Negatif Dari Film Ini

Meski menghibur, Deadpool punya beberapa kelemahan. Humor dewasa dan lelucon yang bertebaran kadang terasa berlebihan, terutama bagi penonton yang tidak terbiasa dengan humor kasar atau referensi spesifik. Alur cerita tergolong sederhana, dengan konflik melawan penutup Ajax (Ed Skrein) yang terasa klise dan kurang mendalam. Karakter pendukung, seperti anggota X-Men Colossus dan Negasonic Teenage Warhead, kurang mendapat ruang untuk berkembang, membuat dunia film terasa sempit. Kekerasan grafis dan bahasa vulgar juga mungkin tidak cocok untuk semua audiens, terutama yang mencari cerita superhero lebih konvensional. Durasi 108 menit terasa pas, tetapi beberapa adegan aksi terasa repetitif.

Kesimpulan: Review Film Deadpool

Deadpool masih menjadi salah satu film superhero paling unik dan menghibur, yang memiliki pesan tentang ketahanan dan penerimaan diri yang dibalut dengan humor meta. Performa brilian Ryan Reynolds, aksi dinamis, dan pendekatan anti-mainstream membuatnya layak ditonton ulang pada 2025. Meski alur sederhana dan humor berlebihan menjadi kelemahan, kekuatan film ini terletak pada keberaniannya mendobrak norma genre superhero. Deadpool adalah pengingat bahwa menjadi pahlawan tak selalu tentang kesempurnaan, tetapi tentang keberanian untuk tetap bertarung, baik untuk diri sendiri maupun orang yang dicintai.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *