Review Film Luca

review-film-luca

Review Film Luca. Dirilis pada Juni 2021 oleh Disney dan Pixar, Luca kembali menjadi perbincangan setelah tayang ulang di beberapa bioskop Indonesia pada Agustus 2025, bertepatan dengan libur musim panas. Disutradarai oleh Enrico Casarosa, film animasi ini mengisahkan petualangan Luca Paguro, monster laut muda yang penasaran dengan dunia manusia, bersama sahabatnya Alberto di kota Portorosso, Italia. Dengan latar Riviera Italia yang memesona, Luca menggabungkan visual menawan, cerita penuh hati, dan pesan tentang penerimaan diri. Film ini mendapat sambutan hangat karena kehangatan ceritanya dan tetap relevan sebagai tontonan keluarga. Apa makna di balik film ini, dan mengapa masih memikat hati penonton? BERITA LAINNYA

Makna dari Film Ini
Luca membawa pesan mendalam tentang penerimaan diri dan keberanian untuk menghadapi perbedaan. Melalui perjalanan Luca, seorang monster laut yang bisa berubah menjadi manusia, film ini menggambarkan perjuangan menemukan identitas di tengah ketakutan akan penolakan. Persahabatan Luca, Alberto, dan Giulia menyoroti pentingnya saling mendukung dan menghargai keberagaman. Film ini juga menyentuh isu bullying dan prasangka, dengan Portorosso sebagai metafora dunia yang kerap menilai dari luar. Pesan tentang mengejar impian dan keluar dari zona nyaman membuat Luca relevan untuk anak-anak maupun dewasa, mengajarkan bahwa keberanian adalah kunci untuk diterima apa adanya.

Kenapa Film Ini Bisa Dibuat
Luca lahir dari pengalaman pribadi sutradara Enrico Casarosa, yang terinspirasi dari masa kecilnya di Genoa, Italia, dan persahabatannya yang penuh warna. Pixar, yang dikenal dengan cerita emosional seperti Toy Story dan Inside Out, memberikan kebebasan kreatif untuk menghadirkan kisah dengan nuansa lokal Italia. Film ini menggunakan teknologi animasi canggih untuk menciptakan visual Riviera yang memukau, dengan warna cerah dan detail laut yang hidup. Anggaran produksi sekitar 100 juta dolar AS memungkinkan tim menciptakan dunia yang imersif. Kehadiran pengisi suara seperti Jacob Tremblay dan Jack Dylan Grazer juga menambah daya tarik, menjadikan Luca proyek yang ambisius namun penuh kehangatan.

Sisi Positif dan Negatif dari Film Ini
Secara positif, Luca memukau dengan animasi yang indah, terutama pemandangan laut dan kota Portorosso yang terasa autentik. Ceritanya sederhana namun emosional, dengan karakter yang mudah disukai, seperti Luca yang polos dan Alberto yang penuh semangat. Musik karya Dan Romer turut memperkuat suasana musim panas. Namun, beberapa kritikus menilai alur cerita agak lambat di pertengahan dan konfliknya terlalu ringan dibandingkan karya Pixar lain seperti Soul. Beberapa karakter pendukung juga kurang mendapat pengembangan mendalam, membuat cerita terasa kurang kompleks bagi penonton dewasa. Meski begitu, film ini tetap menghibur dan ramah untuk semua usia.

Kesimpulan: Review Film Luca
Luca adalah film animasi yang memikat dengan visual menawan dan pesan kuat tentang penerimaan diri serta persahabatan. Meski alurnya sederhana dan kurang mendalam di beberapa bagian, kehangatan cerita dan keindahan Riviera Italia menjadikannya tontonan ideal untuk keluarga. Penayangan ulang di 2025 membuktikan pesona Luca yang abadi, mengajak penonton merayakan keberanian dan keberagaman dalam petualangan musim panas yang penuh warna.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *