Review Film Wish. Wish (2023), film animasi musikal dari Walt Disney Animation Studios, dirilis untuk merayakan 100 tahun perjalanan Disney. Disutradarai oleh Chris Buck dan Fawn Veerasunthorn, film ini mengikuti petualangan Asha, seorang gadis berusia 17 tahun di kerajaan Rosas, yang berhadapan dengan Raja Magnifico demi mengembalikan harapan rakyatnya. Dengan suara Ariana DeBose sebagai Asha dan Chris Pine sebagai Magnifico, Wish menghadirkan visual unik dan lagu-lagu baru, namun mendapat tanggapan beragam. Artikel ini mengulas makna film, alasan pembuatannya, serta sisi positif dan negatifnya. BERITA LAINNYA
Makna Dari Film Ini
Wish mengeksplorasi tema keberanian, kebebasan, dan kekuatan harapan. Asha, sebagai pahlawan, mewakili semangat untuk menentang otoritas yang menekan impian rakyat, seperti yang dilakukan Magnifico dengan menyimpan “hasrat” warga Rosas. Film ini menekankan bahwa impian adalah bagian penting dari identitas seseorang, dan setiap individu berhak mengejarnya tanpa campur tangan pihak lain. Pesan ini diperkuat dengan simbolisme bintang, yang mengacu pada konsep Disney klasik “berharap pada bintang.” Selain itu, narasi tentang melawan kekuasaan yang manipulatif mencerminkan kritik terhadap kontrol berlebihan, memberikan sentuhan modern pada dongeng tradisional.
Kenapa Film Ini Bisa Dibuat
Wish dibuat sebagai penghormatan atas seabad keberadaan Disney, menggabungkan elemen nostalgia dengan inovasi baru. Film ini terinspirasi dari konsep “berharap pada bintang” yang ikonik, seperti dalam Pinocchio, dan dipenuhi referensi ke film Disney klasik, seperti Snow White dan Cinderella. Disney ingin menciptakan karya orisinal, bukan sekuel, untuk menandai ulang tahun ke-100 mereka, dengan mengenalkan Asha sebagai pahlawan Afro-Latina pertama. Teknologi animasi terbaru memungkinkan perpaduan gaya 2D dan 3D, menciptakan estetika yang berbeda. Diproduseri oleh tim di balik Frozen, film ini juga didorong oleh ambisi untuk menghidupkan kembali keajaiban musikal Disney dengan lagu-lagu karya Julia Michaels dan Benjamin Rice.
Sisi Positif dan Negatif Dari Film Ini
Positifnya, Wish menawarkan animasi yang memukau dengan perpaduan gaya watercolor 2D dan CGI 3D, menciptakan dunia Rosas yang menawan. Penampilan vokal Ariana DeBose luar biasa, terutama pada lagu “This Wish,” yang membangkitkan semangat. Lagu “This Is the Thanks I Get” oleh Chris Pine juga menonjol sebagai nomor penutup yang energetik. Keberagaman karakter, termasuk representasi disabilitas, menjadi nilai tambah. Namun, cerita film ini terasa klise dan kurang mendalam, dengan alur yang mudah ditebak. Lagu-lagu, meski dinyanyikan dengan baik, kurang ikonik dibandingkan Frozen atau Encanto. Karakter pendukung, seperti kambing Valentino dan bintang Star, tidak cukup menarik, dan banyaknya referensi Disney kadang mengganggu fokus cerita.
Kesimpulan: Review Film Wish
Wish adalah upaya Disney untuk merayakan warisannya dengan cerita baru yang penuh nostalgia. Meski membawa pesan kuat tentang harapan dan keberanian, film ini terhambat oleh alur yang biasa dan lagu-lagu yang kurang berkesan. Visualnya yang indah dan penampilan vokal yang solid menjadi daya tarik, tetapi Wish tidak mencapai keajaiban sejati seperti pendahulunya. Film ini tetap layak ditonton sebagai hiburan keluarga, namun menunjukkan bahwa nostalgia saja tidak cukup untuk menciptakan karya yang benar-benar abadi.