Review Film Gerbang Setan

review-film-gerbang-setan

Review Film Gerbang Setan. Gerbang Setan, film horor komedi Indonesia yang dirilis pada 17 Juli 2025, berhasil mencuri perhatian dengan perpaduan unik antara ketegangan dan tawa. Disutradarai Toto Hoedi, film ini dibintangi oleh jajaran komedian lintas generasi seperti Cak Lontong, Komeng, Ummy Quary, Mc Danny, dan Renaga Tahier. Mengisahkan lima sahabat yang terjebak dalam wisata horor mencekam di Desa Lawase Urip, film berdurasi 88 menit ini menawarkan pengalaman ringan namun menghibur. Meski tidak sempurna, Gerbang Setan menjadi tontonan seru untuk pecinta horor yang tidak ingin terlalu tegang. Artikel ini mengulas makna film, alasan pembuatannya, serta sisi positif dan negatifnya. BERITA LAINNYA

Makna atau Arti Dari Film Ini  

Gerbang Setan mengusung tema petualangan yang berubah menjadi krisis, dengan pesan tentang keberanian dan solidaritas dalam menghadapi ketakutan. Cerita berfokus pada lima sahabat—Diki, Beni, Rachel, Bagas, dan Wina—yang awalnya menganggap wisata horor sebagai hiburan, tetapi terjebak dalam misteri supranatural. Desa Lawase Urip, yang terinspirasi dari kisah nyata tentang desa yang hilang pada 1950-an, menjadi simbol ketidakpastian dan rahasia kelam. Film ini juga menyisipkan kritik ringan tentang sifat manusia yang sering meremehkan bahaya demi kesenangan sesaat. Elemen komedi menekankan bahwa humor bisa menjadi pelarian dari ketegangan, mengajak penonton untuk tetap optimis meski dalam situasi sulit. Makna ini membuat film relevan sebagai hiburan yang menyegarkan tanpa beban berat.

Kenapa Film Ini Bisa Dibuat

Gerbang Setan lahir dari kolaborasi SetiaOne Vision dan Persatuan Artis Komedian Indonesia (PASKI), yang ingin menghadirkan horor komedi yang berbeda dari film horor konvensional Indonesia. Sutradara Toto Hoedi, dikenal lewat Spontan dan film seperti Capres (2009), terinspirasi oleh kisah misterius tentang desa yang hilang pada 1950-an, memberikan sentuhan lokal yang kental. Film ini memanfaatkan popularitas komedian seperti Cak Lontong dan Komeng untuk menarik penonton yang menginginkan hiburan ringan. Produksi selama 25 hari di Bogor dan Jakarta menangkap estetika desa angker dengan anggaran terbatas. Rilis pada Juli 2025, bersaing dengan film lokal lain seperti Assalamualaikum Baitullah, film ini menargetkan penonton keluarga yang mencari tontonan musim libur dengan kombinasi horor dan humor yang seimbang.

Sisi Positif dan Negatif Dari Film Ini

Positifnya, Gerbang Setan sukses menghibur dengan komedi yang mengalir alami, terutama lewat penampilan Cak Lontong sebagai pemandu wisata dan Komeng sebagai tokoh kocak. Chemistry antar pemeran, seperti Ummy Quary dan Mc Danny, menghidupkan dinamika sahabat yang relatable. Visual desa Lawase Urip, dengan pencahayaan dramatis dan efek suara, menciptakan suasana mistis yang cukup menegangkan. Durasi singkat membuat film ini padat dan tidak membingungkan. Namun, kelemahannya terletak pada plot yang terasa berantakan, dengan alur yang terpecah-pecah dan kurang kohesif. Efek CGI, seperti api, terlihat murahan dan mengurangi imersi. Beberapa humor dari komedian senior terasa garing bagi penonton muda, dan misteri utama, seperti asal-usul Gerbang Setan, kurang tuntas dijelaskan, membuat akhir film terasa menggantung.

Kesimpulan: Review Film Gerbang Setan

Gerbang Setan adalah horor komedi yang menyegarkan dengan perpaduan tawa dan ketegangan, didukung oleh deretan komedian ternama dan inspirasi lokal yang menarik. Meski plotnya agak kacau dan CGI kurang memuaskan, film ini berhasil menghibur dengan humor alami dan suasana mistis yang pas untuk penonton santai. Cocok ditonton bersama teman untuk seru-seruan, Gerbang Setan menunjukkan potensi horor komedi Indonesia, meski perlu polesan lebih baik untuk mencapai level yang lebih tinggi.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *