Review Film Anora. Film yang dirilis pada Oktober 2024 oleh Neon, Anora yang dikaryai oleh sutradara Sean Baker telah menjadi banyak sorotan dunia perfilman dari seluruh dunia, film ini berhasil memenangkan Palme d’Or di Cannes 2024 dan lima Oscar di Academy Awards 2025. termasuk Best Picture dan Best Actress untuk Mikey Madison. Film ini mengikuti Anora “Ani” Mikheeva, seorang penari eksotis berusia 23 tahun dari Brooklyn, yang menjalin hubungan kilat dengan Ivan “Vanya” Zakharov, putra seorang oligarki Rusia. Kisah yang awalnya tampak seperti dongeng Cinderella modern ini berubah menjadi drama komedi yang penuh kekacauan ketika orang tua Ivan berusaha membatalkan pernikahan mereka. Dengan durasi 139 menit, Anora adalah perjalanan emosional yang lucu sekaligus mengharukan. BERITA LAINNYA
Makna atau Arti Dari Film Ini
Anora menawarkan pandangan tajam tentang kelas sosial, kekuasaan, dan realitas pekerja seks. Film ini bukan sekadar romansa, melainkan cerminan tentang transaksi dalam hubungan manusia—baik itu cinta, uang, atau kekuasaan. Ani, dengan semangatnya yang tangguh, mewakili perjuangan untuk bertahan di dunia yang tidak memihak pada orang-orang di pinggiran masyarakat. Kisahnya menyingkap ilusi “happily ever after” dengan menunjukkan bagaimana privilege dan ekspektasi sosial dapat menghancurkan harapan. Film ini juga mengeksplorasi identitas Ani, yang berjuang antara nama aslinya, Anora, dan persona “Ani” yang ia ciptakan untuk bertahan hidup. Pesan intinya adalah tentang ketahanan dan kerentanan, serta bagaimana cinta sering kali terjalin dengan kepentingan pribadi.
Sisi Positif Dari Film Ini: Review Film Anora
Mikey Madison memberikan penampilan luar biasa sebagai Ani, memadukan karisma, kemarahan, dan kerentanan dengan begitu alami hingga membuatnya layak menyabet Oscar. Chemistry antara Madison dan Mark Eydelshteyn sebagai Vanya menghidupkan dinamika romansa yang penuh gairah namun rapuh. Pengarahan Sean Baker yang enerjik, ditambah sinematografi 35mm oleh Drew Daniels, menciptakan suasana New York yang hidup, dari gemerlap klub malam hingga dinginnya Coney Island. Adegan komedi, seperti pengejaran malam yang kacau, menghadirkan tawa tanpa kehilangan intensitas emosional. Skor musik yang berdenyut dan editing yang tajam menjaga tempo film tetap cepat, sementara adegan penutup yang penuh emosi meninggalkan kesan mendalam. Pendekatan Baker yang manusiawi terhadap pekerja seks juga patut diapresiasi karena menghindari stereotip dan menonjolkan kemanusiaan karakternya.
Sisi Negatif Dari Film Ini
Meski memukau, Anora tak lepas dari kekurangan. Babak pertama yang penuh dengan adegan pesta dan seks terasa agak berlarut-larut, membuat film terasa lebih panjang dari yang seharusnya. Pengembangan karakter pendukung, seperti Toros dan Garnick, kurang mendalam, sehingga mereka terasa lebih sebagai alat komedi ketimbang sosok yang utuh. Beberapa penonton mungkin merasa narasi kehilangan fokus di tengah transisi dari romansa ke komedi gelap, terutama karena perubahan nada yang drastis. Selain itu, penggambaran kekerasan dan adegan intim yang eksplisit mungkin terasa mengganggu bagi sebagian audiens, meski relevan dengan cerita. Kurangnya latar belakang Ani juga membuat beberapa momen emosionalnya kurang berdampak maksimal.
Kesimpulan: Review Film Anora
Anora adalah karya yang berani dan emosional, menggabungkan komedi gelap, romansa, dan kritik sosial dengan apik. Penampilan Mikey Madison yang memukau dan visi Sean Baker yang khas menjadikan film ini salah satu yang terbaik di 2024. Meski kadang terasa berlarut dan beberapa karakternya kurang tergali, Anora tetap memikat dengan energi liar dan akhir yang menyayat hati. Film ini cocok untuk mereka yang menyukai drama yang intens dan tidak takut dengan tema berat. Bagi penggemar sinema independen, Anora adalah pengalaman yang wajib ditonton, baik di bioskop maupun streaming di Hulu.