Review Film Matt & Mou. Matt & Mou adalah film romantis remaja indonesia yang diputar saat tanggal 29 Januari 2019 di Bioskop sekitar, film ini diadaptasi dari novel Wattpad karya Wulanfadi. Disutradarai Monty Tiwa dan diproduksi MD Pictures, film berdurasi 96 menit ini dibintangi Prilly Latuconsina sebagai Mou dan Maxime Bouttier sebagai Matt, bersama Irsyadillah, Josephine Firmstone, dan Marthino Lio. Mengisahkan persahabatan yang bertransformasi menjadi cinta, film ini tetap populer di platform streaming seperti Viu dan Netflix pada 2025. Dengan chemistry nyata antara Prilly dan Maxime, yang kala itu berpacaran, film ini menarik perhatian remaja. Apa makna di balik cerita ini, apa kelebihan dan kekurangannya? Berikut ulasannya! BERITA LAINNYA
Arti dan Makna Dari Film Ini
Matt & Mou ini mengambil dari kisah seperti sahabat sejak kecil yang tinggal bertetangga. Matt, yang pendiam dan protektif, selalu menjaga Mou, yang ceria dan manja. Ketika Mou jatuh cinta pada Reza, seorang musisi, Matt merasa cemburu dan berusaha menguji keseriusan Reza. Konflik keluarga Mou, dengan rahasia ayahnya sebagai poligamis, menambah lapisan drama. Makna utama film ini adalah tentang transisi dari persahabatan ke cinta, serta pentingnya kejujuran dalam hubungan. Film ini juga menyoroti bagaimana trauma keluarga, seperti perceraian dan pengkhianatan, memengaruhi emosi remaja, dengan pesan bahwa cinta sejati membutuhkan pengorbanan dan pengertian.
Sisi Positif Dari Film Ini
Matt & Mou unggul dalam chemistry alami antara Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier, yang terasa autentik karena hubungan nyata mereka saat syuting. Adegan seperti komunikasi lewat kaleng susu dan tali di jendela kamar menciptakan nuansa nostalgia yang manis, memperkuat ikatan Matt dan Mou. Akting Marthino Lio sebagai Billy, kakak tiri Mou, menambah kedalaman pada konflik keluarga. Visual film ini, dengan setting rumah sederhana dan kafe, menghadirkan suasana remaja yang hangat. Lagu tema “Kamu Pantas” karya Prilly sendiri memperkuat emosi romantis. Alur cerita yang ringan dan bebas plot hole membuat film ini mudah dinikmati, cocok untuk penonton muda yang menyukai drama romansa dengan sentuhan komedi.
Sisi Negatif Dari Film Ini: Review Film Matt & Mou
Meski menghibur, Matt & Mou memiliki kelemahan. Alur cerita terasa klise, dengan premis “sahabat jadi cinta” yang mudah ditebak sejak awal, kurang menawarkan kejutan. Beberapa konflik, seperti ujian Matt untuk Reza, terasa dipaksakan dan kurang realistis. Pengembangan karakter pendukung, seperti Retha (Josephine Firmstone), kurang mendalam, membuat mereka hanya pelengkap. Musik pengiring, meski manis, terasa kurang memorable dibandingkan lagu tema, mengurangi dampak emosional di beberapa adegan. Selain itu, beberapa dialog terasa terlalu dramatis untuk konteks remaja, membuat film ini kadang mirip sinetron. Bagi penonton yang tidak menyukai romansa klise, film ini mungkin terasa monoton.
Kesimpulan: Review Film Matt & Mou
Matt & Mou adalah drama romantis anak remaja Indonesia yang sangat ringan dan manis, film ini berpesan tentang cinta yang tumbuh dari persahabatan dan dampak trauma keluarga. Chemistry kuat Prilly dan Maxime, ditambah nuansa nostalgia dan alur sederhana, menjadi daya tarik utama, meski cerita klise dan karakter pendukung kurang tergali. Dengan popularitas yang masih bertahan di platform streaming pada 2025, film ini cocok untuk penonton muda yang ingin menikmati kisah cinta dengan sentuhan komedi dan drama keluarga. Matt & Mou mengingatkan kita bahwa cinta sejati sering kali tumbuh dari kedekatan yang tulus, meski perjalanannya tak selalu mulus.